Desain

Senin, 24 Oktober 2011

Pembelajaran Konsep Pecahan Senilai di SD melalui Permainan Model Kartu Domino Pecahan (Kado-Pecah)

Bentuk permainan kartu bilangan dalam matematika tidak jauh berbeda dengan permainan kartu domino yang ditemui pada kehidupan sehari-hari. Perbedaan utamanya terletak pada kartu-kartunya dan aturan permainannya. Kegunaan adalah untuk melatih ketrampilan siswa dalam memahami suatu pokok bahasan tertentu dalam pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika di SD, untuk materi pecahan maka seorang guru dapat melakukan pembelajaran pecahan kepada siswa dengan bermain menggunakan model kartu domino pecahan (Kado-Pecah). Pembelajaran pecahan dengan permainan model Kado-Pecah, dapat menumbuhkan semangat kompetitif dan kreatifitas serta meningkatkan hasil belajar matematika.

1. Bentuk Kartu

Permainan bentuk kartu bilangan adalah permainan kartu matematika yang setiap kartunya berisi hal-hal yang berkaitan dengan pengoperasian bilangan. Pada permainan ini setiap kartunya mempunyai dua bagian yang menggambarkan soal-soal yang harus dipecahkan oleh pemain.

a. Kartu Permainan Persen-Pecahan
Permainan kartu ini dimaksudkan untuk melatih pemain dalam mengubah persen ke pecahan dan sebaliknya. Setiap kartu terdiri dari bagian persen dan pecahan, misalnya:
dan lain-lain.
b. Kartu Permainan Pecahan Senilai
Permainan kartu ini dimaksudkan sebagai alat untuk melatih pemain dalam mencari nama-nama lain dari suatu pecahan. Setiap kartu terdiri dari dua pecahan yang sama nilainya atau berbeda nilainya, misal:

2. Petunjuk Penggunaan
a. Permainan ini cocok dimainkan secara berkelompok dengan banyaknya pemain 2, 3 atau 4 orang.
b. Sebelumnya kartu dikocok terlebih dahulu, bagikan kartu tersebut kepada masing-masing pemain sebanyak 4 kartu.
c. Buka satu (1) kartu dari tumpukan sisa.
d. Secara bergantian pemain menyambung susunan kartu, misal untuk kartu persen-pecahan maka pecahan biasa disambung dengan persen yang sesuai, dan sebaliknya.
e. Setiap menurunkan satu kartu tiap pemain mengambil 1 kartu dari tumpukan kartu sisa. Apabila tumpukan kartu sisa habis, sedang pemain tidak memiliki kartu yang sesuai, maka permainan dilanjutkan oleh pemain berikutnya.
f. Pemenang adalah pemain yang sudah tidak memiliki kartu atau yang memiliki kartu paling sedikit.
Guru matematika dapat mengembangkan model permainan kartu ini untuk materi yang lain, seperti materi fungsi dan materi pecahan aljabar di SMP, materi turunan dan integral di SMA dan sebagainya. Tentunya materi yang dipilih harus cocok dengan karateristik belajar matematika dan waktu yang dialokasikan pada Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar